Minggu, 28 Februari 2016

Xenia Is a Russian Model Who Speaks 6 Languages and Drives Cool Cars

Ever thought how a 26-year old Russian-Swiss super hot model would review an exotic supercar? Well, this blond-hair-blue-eyes goddess does exactly that. She speaks six languages, has a Bachelor Degree in economics and runs her own business, including model contracts and a fashion blog. One of her passions is every car-enthusiast’s dream: Ferrari.

Jumat, 20 November 2015

Soal Nasib Ratusan Siswa SD di Mesuji, Ini Komentar Mendikbud


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, akan menindaklanjuti kasus penutupan sekolah di Moro-Moro, Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung.

Bahas Penutupan Sekolah di Mesuji, Kak Seto Temui BSNP pada Hari Ini


JAKARTA, KOMPAS.com - Psikolog Anak Seto Mulyadi, mengatakan, ia akan mendatangi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada hari ini, Selasa (17/11/2015), untuk membicarakan masalah pendidikan dasar di Moro-Moro, Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung. 

App Smartphone Ajarkan Anak "Kalahkan" Banjir


Lebih dari 800 orang, termasuk puluhan anak-anak, menjadi korban bencana banjir di Thailand tahun 2011 lalu. UNESCO manfaatkan aplikasi game mobile untuk mencegah terulangnya hal tersebut.

Ponsel Pintar Menurunkan Nilai Studi Anak-anak

Menggunakan ponsel pintar berpengaruh pada nilai sekolah. Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan di Jepang.
Anak-anak yang menghabiskan waktu dengan ponsel lebih dari empat jam dalam sehari, hasil ujian di sekolahnya lebih buruk daripada mereka yang hanya memakai telepon genggam selama setengah jam per hari. Demikian hasil temuan survei yang dilakukan pemerintah Jepang baru-baru ini.

Teknologi untuk Mengatasi Masalah Pendidikan


UNESCO tengah berupaya menjajaki kemungkinan kegiatan belajar mengajar via ponsel. DW pun menengok penggunaan teknologi di negara-negara Afrika dan peluang memanfaatkan konektivitas ponsel.

Kadis Pendidikan DKI Akui Ada Kesalahan dalam Anggaran Honor "Programmer"


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budiman mengaku, ada kesalahan dalam anggaran honor tenaga ahli programmer yang disusun dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016.
Dia mengaku bahwa seharusnya honor programmer bisa dihitung dengan lebih efisien.